PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN

Posted: November 25, 2010 in Tugas2

1. Dilihat dari Model Kognitif Contoh suatu produk kecantikan, “Membuat kulit lebih cerah dan bebas kerutan hanya dalam, beberapa Minggu. Sumber “Majalah Wanita Kartini” no.2242 | 16 s/d 30 April 2009. Menurut pendapat saya, model kognitif menggambarkan konsumen sebagai pemecah masalah dengan cara berfikir atau mencari informasi tentang produk yang dapat memenuhi kebutuhannya. Dengan adanya produk ini, pasti konsumen akan di buat untuk berfikir. Apakah produk ini aman digunakan untuk kecantikan wajahnya atau malah nanti sebaliknya. Karena konsumen akan melihat kandungan-kandungan (vitamin) atau komposisi yang digunakan pada bahan baku pembuatan produk ini. Konsumen juga pasti akan lebih kritis dengan melihat efek sampingnya dalam menggunakan produk ini, apabila tidak cocok digunakan oleh kulit wajahnya. Dari segi biaya juga bisa dipertimbangkan oleh para konsumen, harga yang terlalu tinggi mungkin akan menyulitkan para konsumen untuk mengkonsumsi produk ini. Karena produk ini di konsumsi oleh para konsumen dengan cara mengobati dari dalam artinya di minum oleh para konsumen. Apakah ini lebih efektif dalam mencerahkan wajah, menghilangkan kerutan diwajah, dan memutihkan wajah. Produk yang seperti ini pasti akan membuat para konsumen lebih kritis dan berfikir dalam memilih suatu produk, walaupun produk tersebut sangat dibutuhkan untuk kebutuhan hidupnya. Mengapa para pemasar memilih pendekatan yang digambarkan pada iklan-iklan tersebut ? menurut saya, pemasar mungkin menggunakan iklan ini untuk menarik perhatian para konsumen terutama wanita. Dengan kombinasi warna yang ada pada iklan tersebut tentu konsumen akan melihat produk ini dan mulai memikirkannya. Untuk lebih menarik konsumen, pemasar juga menggunakan salah satu bintang / model cantik untuk meyakinkan para konsumen, terdapat pula komentar salah satu konsumen yang sudah menggunakan produk tersebut untuk lebih meyakinkan konsumennya. Iklan ini juga mencantumkan tulisan-tulisan yang digunakan untuk meyakinkan konsumen dan informasi tentang produknya. Serta ada juga gambar bentuk produknya yang di berikan oleh pemasar. 2. Dilihat dari Model Emosional Pemasar pasti memikirkan kebutuhan konsumennya dari segi model ekonomi maupun model pasif. Saya mengambil contoh dari parfum (Sumber : “Majalah Wanita Kartini” no.2242 | 16 s/d 30 April 2009). Menurut pendapat saya parfum memiliki titik emosional dari para konsumen, sebab konsumen juga tidak mau kehilangan keharuman pada tubuhnya. Pemasar tentu banyak memikirkan kebutuhan parfum untuk para konsumennya, dari komposisi parfum yang berbacam-macam untuk menambah keharuman para konsumennya. Tentu dari komposisi parfum tersebut bisa memikat hati para konsumnnya, tapi dari bentuk kemasan / botol yang digunakan untuk mengemas parfum tersebut, karena apabila parfum tersebut dapat dibawa kemana saja tentu sangat ringkas dilihat oleh para konsumennya. Pemasar memilih pendekatan yang digambarkan pada iklan-iklan tersebut ? Bentuk kemasan parfum, dari botol plastik sampai botol beling dan ukuran kemasan yang beragam ada yang bisa dibawa kemana saja. Pilihan warna yang beragam untuk dipilih oleh para konsumen menurut kesenangan warna masing-masing. Komposisi pilihan wangi pada parfum juga disediakan beraneka ragam di sesuaikan oleh kegiatan para penggunanya, dari berolah raga sampai jalan-jalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s